Pemongkong,(13/07). | Langkah konkret transformasi digital pedesaan resmi dimulai. Sekelompok mahasiswa STMIK Syaikh Zainuddin NW Anjani secara resmi memulai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026 di Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, NTB.
Membawa jargon teknologi, program yang berlangsung mulai 13 Juli hingga 31 Agustus 2026 ini bukan sekedar pemenuhan SKS akademik, melainkan sebuah intervensi teknologi yang substansial.
Melalui tema "Mewujudkan Desa Cerdas, Mandiri, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan Melalui Teknologi dan Kolaborasi Berdampak", KKN Tematik ini membidik akar masalah klasik pedesaan: Kesenjangan digital (digital divide). Di era digital, desa tidak boleh lagi hanya menjadi penonton arus modernisasi atau sekadar pasar komoditas.
Kehadiran mahasiswa STMIK Syaikh Zainuddin NW dengan latar belakang sains dan teknologi informasi mutlak diperlukan untuk memotong birokrasi yang rigid dan mempercepat adopsi Smart Village. Pendekatan yang dibawa bertumpu pada pembangunan sistem informasi desa, digitalisasi pelayanan publik, serta edukasi literasi digital bagi perangkat desa dan masyarakat setempat.
Program ini membuktikan bahwa akselerasi ekonomi dan kemandirian desa di wilayah Lombok Timur tidak lagi bertumpu pada metode konvensional, melainkan pada keunggulan inovasi data dan efisiensi teknologi. Kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan jajaran pemerintah desa Pemongkong ini diharapkan melahirkan blueprint desa digital yang tangguh, berkelanjutan, dan siap bersaing di kancah nasional.***